Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Kado Terindah Dari-Mu #bagian4

Setelah enam tahun lamanya dari kejadian lalu. Kini aku sedang menyusun skripsi kuliahku untuk menyelesaikan program studiku di jurusan Ilmu Gizi. Ya, sedikit lagi aku akan mewujudkan mimpiku. Ganbatte Kudasai! Kala itu, aku sedang melanjutkan tugas skripsiku tiba-tiba bel rumah berdering. Kamarku terletak paling dekat dengan pintu masuk rumah. Jadi, akulah yang membukakan pintu tamu tersebut. Aku terkejut ketika melihat dihadapanku berdiri seorang pemuda yang membelakangi tanpa memutar tubuhnya setelah kubukakan pintu. Aku berkata, “Maaf anda siapa dan ingin mencari siapa ya?”. Lalu pemuda itu membalikan tubuhnya dihadapanku. “Assalamualaikum, ana Andra Nadira”, ungkapnya. “Waalaikumsalam, Andra ?”, jawabku. Kali ini aku amat sangat terkejut dibandingkan sebelumnya. “Mari masuk Ndra”, kataku. “Tidak kita lebih baik mengobrol di luar saja Ra”, jawabnya. “ Apa benar ini kamu Ndra ? Dariman kamu tahu rumah aku ?”, tanyaku. “Iya benar ini aku panjang ceritanya untuk ...

Kado Terindah Dari-Mu #bagian3

Kenaikan kelas tiba, aku ikut bersama umi seperti biasanya untuk pembagian rapot tentu. Aku menyaksikan semua teman sekelasku hadir di sana. Namun, ada satu yang tidak aku lihat batang hidungnya. Ia adalah Andra. Tidak sengaja aku mendengar pembicaraan orang dikelas yang sangat tidak suka sekali dengan Andra. Dia bernama Cakra. “Eh lo tau gak si, kan “cukutub” udah pindah. Senangnya saingan gue sekarang berkurang. Yeah!”, ungkap Cakra dengan gembira. Tanpa bertanya padanya aku bertanya pada Ibunya Andra kebetulan dia hadir di sana. “Assalamualaikum (mencium tangan sang ibu). Ibu, saya Nadira teman sekelasnya Andra. Apa benar Andra pindah sekolah ? tanyaku. “Waalaikumsalam, iya benar Nadira. Andra sudah tidak bersekolah disini.” “Kalau saya boleh tahu, dia pindah kemana bu?”, tanyaku lagi. “Dia pindah ke Bogor tepatnya di Pondok Pesantren Latansa. Ini adalah keputusannya sendiri ibu juga sempat bingung kenapa padahal awalnya ketika lulus SMP dan ibu ingin memasukkannya ke ...

Kado Terindah Dari-Mu #bagian2

Waktu menunjukkan pukul sepuluh. Ini menandakan bahwa waktu istirahat telah tiba. Aku langsung meluncur ke kantin bersama Nisa. Kami berdua memesan salah satu menu kesukaan kami yakni pempek khas Palembang. Kami sudah saling kenal sejak SMP  kami  berdua pun memang sudah akrab. Tidak terasa enam bulan sudah aku bersekolah disini lebih tepatnya sudah satu semester aku arungi. Tepat pada tanggal 16 Desember  kami  menerima rapot. Puji syukur tidak lupa aku panjatkan kepada Allah SWT. Aku mendapatkan peringkat ke-2 di kelas. Aku tak menyangka bahwa yang menduduki peringkat pertama adalah seseorang yang pernah duduk denganku di hari pertama masuk sekolah, Andra. Walaupun teman-temanku di kelas memanggilnya dengan sebutan “cukutub”, culun kutu buku tetapi ia mampu membuktikan bahwa ini adalah hasilnya sebagai seorang kutu buku. Teman-teman dikelas banyak sekali yang menjauhinya tapi aku tidak membedakannya dia sama saja seperti yang lainnya yang aku anggap sebagai tem...

Kado Terindah Dari-Mu #bagian1

Sebelum sang fajar terbit dari sebelah timur aku mulai bergegas memulai aktivitas dengan melaksanakan kewajiban ibadahku terlebih dahulu. Di kala pagi buta, aku mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari pertamaku di bangku SMA. Banyak orang bilang termasuk kakakku masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling indah. Benar atau tidak, entahlah.. Aku, aku adalah si gadis manis  berkerudung dengan sebuah pita berwarna coklat yang selalu dikenakan setiap hari. Aku merasa beruntung bisa merasakan nikmatnya menjadi seorang siswa di sebuah sekolah favorit di Kota Bandung ini yakni “ SMAN 1 Kota Bandung”. Awalnya aku merasa canggung masuk di sekolah ini, karena sebelumnya aku tidak pernah merasakan bersekolah di sekolah negeri. Ketika bel masuk berdering kring…kring…”Sebelum pelajaran dimulai marilah kita berdoa”. Aku pun panik dan segera memasuki ruang kelas X.1. Aku telat masuk ke dalam kelas alhasil hanya satu bangku kosong yang kutemui. Tidak terbayangkan olehku bila kini...