Fenomena Kesyirikan
Photo by Erik Müller on Unsplash
Qadarullah hari ini dapet materi soal Fenomena Kesyirikan dari Ustadz Jalaludin Kholis beliau adalah seorang praktisi ruqyah. Ustadz bilang ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon tanpa buah. Kalau dapet ilmu sebarkan jangan tunggu sampai penuh nanti keburu lupa. Oke sip langsung aja.
Ciri-Ciri
Tarbiyah:
- Selalu
belajar tiada henti.
- Memberi
keteladanan.
Proses Tarbiyah:
- Tabligh,
sifatnya woro-woro untuk menyemangati dan waktunya terbatas.
- Taklim,
dibahas lebih dalam disertai ayat, hadits dan pendukung materi. Masih
belum terkontrol kapasitasnya.
- Takwin,
pembentukan sebagai kontrol untuk mendisiplinkan diri.
Ada penyakit yang
sering dijumpai pada kader dakwah (saya pribadi lebih senang menyebutkan
sebagai agen perubahan :D) yaitu FLU.
F: Futur, ini
bisa menyebabkan adanya kejenuhan.
L: Lemah, efek
samping dari si futur tadi.
U: Uzlah, keluar.
Ini yang terparah syukur2 gabung ke komunitas yang lebih baik.
Nauduzubillah,
doakan semoga para agen ini dijauhkan dari penyakit ini dan bisa saling
mengingatkan juga menguatkan. Lanjut mengenai fenomena syirik itu tadi ada
kaitannya dengan materi yang pertama di dapatkan yaitu Salimul Aqidah. Supaya
aqidah kita lurus dan yang rusaknya dibongkar dulu untuk diperbaiki. Jangan
sampai pas terjun ke sekolah atau masyarakat malah ga sadar kalau kita nyebar
kesyirikan.
Ada pun penyakit
yang tersebar di masyarakat. Menurut Syekh Hasyim Ashari, penyakitnya dinamakan
TBC.
T: Tahayul
Duduk di depan
pintu ga boleh nanti ga dapet jodoh, ada kupu-kupu masuk nanti ada tamu, ngubur
ari-ari di kasih bunga biar wangi, masukkin pensil biar anakanya pinter, sampe
dimasukkin bumbu dapur biar anaknya jago masak dan bentuk-bentuk tahayul
lainnya yang mengedepankan adat hingga lupa syariat.
B: Bid'ah
Merih, puasa
mutih. Derajat tertinggi kita adalah taqwa bukan dengan cara menaikkan hasta
harus sangsara (meninggalkan kenikmatan dunia). Apa-apa yang sudah diajarkan
Rasulullah salallahu alaihi wasallam tidak perlu ditambah-tambah. Seberapa
sering kita mengikuti bid'ah sampai meninggalkan sunnah-Nya? Masih ada puasa
senin-kamis, puasa daud dan puasa yang dicontohkan lainnya hingga kita tidak
perlu mengedepankan yang katanya-katanya.
C: Churafat,
kepercayaan terhadap animisme dan dinamisme.
Ini masih kita
jumpai di beberapa daerah-daerah tertentu.
Pelan-pelan
belajar dulu. Supaya nanti kalau ada yang nanya misalnya. 'Umi anak saya sakit
nih ga sembuh-sembuh saya berobat ke si anu dikasih kalung isinya ada Ayat Al
Qurannya gapapa kan umi?' dijawabnya keliru malah bilang 'Gapapa kok gapapa'.
Nah lho. Itu jimat bisa disebut juga wafak. Rasul tidak mencontohkan ini. Ia
tidak memberi bekal seperti ini kepada sahabat dan mujahid yang ikut berperang
bahkan rasul pun kehilangan 70 penghafal Al Quran di perang badar bukan?
Hati-hati tipuan jin tipis bedanya.
Nah bae-bae nih
berobat ke yang begini ada ciri-cirinya mereka dukun atau ustadz tanda kutip, yaitu:
1. Menanyakan
seperti nama ibu, hari lahir dan weton yang sakit.
2. Menggunakan
benda-benda untuk dilebur, bawa pulang dll.
3. Menggunakan
mantra seperti komat kamit. Berbeda dengan ruqyah, ruqyah ayatnya dibacakan
dengan sangat jelas.
4. Adanya ritual
tertentu, waktu tertentu dan jumlah terntentu.
5. Baru dateng
udah bisa tau keluhan dan penyakit si pasien.
Semoga kita,
keluarga dan kerabat dijauhkan dari hal ini. Jika belum tau belajar ilmunya
lagi. Syirik termasuk 10 dosa besar syirik ini di point utama kebayang kan
posisi dosanya gimana? Kita aja ga mau kan di duain. Gimana Allah coba? Allah
udah baik banget banget padahal sama kita masa kita berpaling.
Sebelum sampai
berobat-berobat kesana perlu tau juga nih apa aja indikasi gangguan jin. Contohnya:
1. Mimpi nikah
2. Mimpi
melahirkan
3. Mimpi punya
anak
4. Mimpi ketemu
ular, harimau dan mimpi buruk lainnya.
5. Seperti pernah
mengalami sesuatu hal yang belum terjadi seperti de javu.
6. Bisa tahu
besok akan terjadi apa
Itu baru sebagian
contoh yang ustadz jelaskan dan masih banyak contoh-contohnya. Dan
makhluk-makhluk ini juga punya 3 cara penyebaran yaitu nasab (turunan), kasab
(mencari sendiri) dan kiriman. Kalau punya indikasi bisa konsultasi ke
praktisi-praktisi ruqyah untuk di diagnosa supaya ketahuan sumbernya dan segera
ditindaki dengan ruqyah.
Mau coba ruqyah
mandiri bisa juga dengan cara membaca Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, Al Baqarah
1-5, Ayat Qursi, Lillahi ma fis.. (masih ayat Al Baqarah) dan akhir ayat Al
Baqarah. Ada beberapa teknik bacaan yang bisa dipelajari, mangga belajar lagi
:D Melakukan ini dengan niat menghilangkan karena Allah dan menjaga diri dengan
menguatkan kualitas ibadah kepada Allah. Ayat-ayat tersebut juga bisa digunakan
untuk dibacakan sebagai air ruqyah atau untuk membuang wafak-wafak (jika punya
karena ketidaktahuan atau menemukan) yang setelah dibacakan diludahi sebagai
bentuk penghinaaan.
MasyaAllah materi
yang menarik sebagai sedikit ulasan dari intensitas 2 jam. Terima kasih atas
kesempatan kajian bulanan Sahabat Semut di akhir maret ini. Sangat bermanfaat
dan semoga bisa kembali di amalkan.
Barakallahu Fiik.
Sekolah Alam
Tangerang | 25 Maret 2018

MasyaAllah.. bahasannya nambah ilmu lagi.. semoga terus memberikan manfaat bagi banyak orang.. aamiin Allahumma aamiin..
BalasHapus