NikmatMu #Part 1

Dulu saat masa peralihan SMP ke SMA sempat kaget dengan lingkungan yang tidak seperti biasanya. Misalnya seperti komunikasi antara laki-laki dan perempuan bebas dilakukan. Ketika di SMP ada yang bisa dikatakan 'dekat' saja bisa jadi perbincangan satu sekolah bahkan dipanggil guru. Ya, mungkin ada yang merasakan hal yang sama :)

Setiap hari saya lewati dan mencoba beradaptasi. Alhamdulillah bisa dilalui meskipun lebih banyak dengan maksiat dan khilaf sana sini. Sampai akhirnya saya memilih sebuah ekstrakulikuler yang berfokus dibidang jurnalistik. Alasannya sangat sederhana karena pada saat itu saya sempat bercita-cita ingin bekerja di bidang tersebut dan hanya diperbolehkan memilih satu ekskul (seingat saya) di sekolah.

Awalnya bimbang antara masuk rohis dan eksul majalah siswa tetapi, terlintas bahwa saya masih bisa 'pekanan' di SMP. Dugaan saya ternyata salah. Jarak antara SMA, SMP dan rumah yang tidak begitu dekat serta jam pulang sekolah yang hampir sama ketika di SMP membuat saya sangat jarang mengikuti 'pekanan'. Tidak lama yang biasa mengisi 'pekanan' pun menikah dan sudah pindah jauh mengikuti sang suami. Disanalah semuanya bermula.

Saya tetap bertahan di ekskul yang dipilih hingga lulus tiba. Saya nyaman dengan teman-teman dan program kerjanya. Kemudian saya memilih jalan lain dengan membaca buku-buku seputar agama, bertanya kepada teman yang aktif di rohis dan mengikuti agenda yang diadakan mereka. Kenyataannya itu semua belum cukup.

Jujur ketika selepas lulus, ada segenggam rasa penyesalan yang mengganjal di hati. Saya bertekad agar ketika di dunia kuliah nanti harus masuk LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Meskipun pada saat itu saya merasa belum pantas dengan ilmu agama yang saya peroleh.

Qadarullah, saya dipertemukan dengan sebuah UKM yang saya cari ketika masa orientasi mahasiswa baru di kampus. Hingga akhirnya saya tergabung di forum angkatan di bawah naungan UKM tersebut dan saya mendapat jarkoman atau 'broadcast' tentang perekrutan pengurus. Dengan izin Allah, saya menjadi salah satu bagian dan saya merasa tidak ingin lepas di dalamnya. Ada nikmat tersendiri yang saya dapatkan.

Sebuah nasihat indah yang selalu terngiang di kepala bahwa "..untuk berada di jalanNya bukan menunggu sampai kita menganggap diri ini sudah baik tetapi justru ketika kita ingin berusaha menjadi lebih baik." ujar sang murrabi.

Dan sebenarnya di dalam hidup ini yang kita butuhkan adalah teman-teman serta lingkungan yang tidak hanya serta-merta mengingatkan kepada perkara dunia. Namun, juga perkara akhirat. Sebab apa? sebab di sanalah tempat sebaik-baiknya kembali :)

Terima kasih sudah menjadi jawaban atas doa-doa.

© Yang sedang berusaha membaik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Adik Laki-Lakiku

Pahlawan Kampus

Sederhana Dan Sarat Makna