Peran Seorang Muslimah atau Wanita
Dapet tugas bulanan nih dari UKM
khususnya untuk bidang yang lagi diamanahin
yaitu Media Fajrul Islam. Sekalian aja deh dibahas disini biar postan juga nambah
:D
Seorang muslimah tidak hanya
sebagai sebutan bagi para wanita muslim. Di samping itu ia juga memiliki sebuah
amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya untuk dipertanggungjawabkan di
akhirat kelak. Amanah-amanah tersebut terangkai dalam berbagai peran dalam diri
seorang wanita didalam kehidupannya. Antara lain peran - perannya, yaitu:
- Wanita sebagai seorang anak
Sebagai seorang
anak muslimah harus berbakti kepada kedua orangtuanya. Bagaimana caranya? Salah
satu cara yang sederhana adalah dengan membuat keduanya bahagia. Misalnya,
tidak membuatnya kecewa dengan menyelesaikan pendidikan dengan tepat waktu
terlebih dengan nilai terbaik. Orangtua mana yang tidak bahagia dan tersenyum
bangga? J
Seperti firman
Alloh Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan Rabbmu
telah memerintahkan kepada manusia janganlah kalian beribadah melainkan hanya
kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orangtua dengan
sebaik-baiknya…” (QS. Al Israa’: 23)
- Wanita sebagai seorang istri
Apabila seorang
muslimah yang telah menyempurnakan ibadahnya dengan menikah ia harus taat dan
patuh kepada suaminya. Misalnya, apabila ingin berpergian atau menerima tamu
ketika tidak ada suami di rumah harus dengan seizinnya.
Seperti hadits
yang artinya: “Kalau seandainya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud
kepada seorang yang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud
kepada suaminya.” (HR. at Tirmidzi no. 1159, Ibnu Majah no. 1853 san
dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
- Wanita juga sebagai seorang ibu yang harus mendidik dan merawat anak-anaknya dari sulbi hingga dewasa.
Selain menjadi
seorang anak dan istri wanita akan menjadi seorang ibu. Tugas seorang ibu
tidaklah mudah. Mungkin ini sebabnya mama saya sering mengatakan “Jangan
males-malesan kalau disuruh nanti mau sama anaknya juga digituin?” :D Seorang
ibu berbicara seperti itu karena memang sifat seorang anak tidak jauh dari
kedua orangtuanya.
Ibu juga
sebagai pemimpin anak-anaknya ketika tidak ada suami di rumah. Sebagaimana
hadist yang artinya: “Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai
pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhori & Muslim) Oleh karena
itu, ibu harus mencontohkan sesuatu yang positif dan bermanfaat.
Nah terus gimana buat yang baru menjalankan amanah sebagai anak?
Disinilah kesempatan kita untuk mempersembahkan yang terbaik untuk kedua
orangtua. Terus memantaskan diri sampai dipersunting menjadi seorang istri.
Lakukan yang terbaik untuk anak dan cucu nanti. Jangan sampai menyesal
dikemudian hari. Selamat memantaskan diri J

Komentar
Posting Komentar