:')
Aku Ini jauh dari apa yang aku pikirkan tenyata dari kedua bunga yang dipetik yakni mawar dan melati salah satu bunga melukai tangan lembutku. Ya, mawar sebuah bunga nan harum dan cantik tapi ada satu kelamahannya ia berduri. Duri itu membekaskan luka yang entah kapan hilangnya. Rasa sakitnya memang sekejap. Namun, aku tidak tahan dengan bekasnya. Sekecil apapun yang namanya luka pasti membekas. Ia perlu sebuah obat. Obat yang setidaknya bisa perlahan-lahan menyembuhkan luka. Dimana obat itu? Tapi aku baru ingat sebelumnya sudah ada yang mengingatkanku bahwa jangan senang dulu karena kesenangan bisa berubah duka. Maka, senanglah sewajarnya. Sedih juga sewajarnya. Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Dia Bukankah kau pernah mengalaminya? Mengapa kau ulangi lagi? Waktu bisa saja berbeda tetapi tanpa kau sadari kau hampir masuk ke dalam lubang yang sama. Yang berbeda hanyalah seberapa dalam kau jatuh dilubang itu. Kini kau tidak perlu menyesali apa yang sudah te...