Takbir Rindu di Istanbul
Tulisan ini diperuntukkan sebagai tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Diambil dari sebuah novel islami karya Pujia Achmad.oleh Puspa Populer. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya penulis tugas ini. Selamat membaca.
Zaida Aquilla adalah
sosok yang sangat tegar cerdas juga salehah. Dimana ia bagaikan bidadari yang
diimpikan para lelaki untuk dijadikan istri. Bermula dari kisah cintanya dengan
seseorang pemuda yang tak lain sebagai partner di organisasi kampus.
Wisuda usai. Diam-diam
Zaida menaruh hati kepada Ilham berharap bahwa kelak mereka akan membina sebuah
rumah tangga. Benar saja apa yang diharapkan terjadi ada sosok pemuda yang
berterus terang pada sang ibu untuk meminang Zaida.
Namun, tidak pernaah
terbayangkan bahwa akhirnya Zaida memutuskan menolak pinangan Ilham. Mengapa? Ini
semua karena ibunda Ilham berharap anak sulungnya akan menikah dengan gadis
anak ustadz ternama.
Betapa hancurnya hati
Zaida. Ia lebih memilih menolak Ilham daripada harus berada dalam keluarga yang
bukan mengharapkan kehadirannya. Zaida tidak sanggup bila harus dibandingkan
dengan seorang hafizah (penghafal Al-Quran) yang salehah nan cantik hati dan
rupa. Inilah yang menjadi penghalang. Zaida bukan seorang hafizah. Ia rela
mengikuti sebuah sekolah penghafal Al-Quran walau akhirnya gagal.
Zaida tak ingin
berlarut-larut dalam kesedihan dan memilih mengambil beasiswa S2 di Belanda.
Cita-citanya sangat mulia. Zaida ingin membangun sebuah masjid indah yang ia
impikan dikampung halamannya. Oleh karena itu, ia mengambil jurusan teknik
arsitektur.
Hari demi hari Zaida
lewati dengan senang hati. Pernah suatu ketika dalam sebuah perkumpulan
mahasiswa Indonesia di Belanda ia bertemu dengan orang yang tak asing lagi
baginya, Salman. Salman adalah seorang teman yang pernah ia kenal saat acara
BEM seluruh univeritas di Indonesia.
Untuk kali kedua Zaida
patah hati. Ketika Zaida berusaha membuka hatinya kembali pada Salman, Putri
teman sekamarnya ternyata memiliki rasa yang sama. Mereka berdua saling
menyukai orang yang sama.
Seiring berjalannya
waktu Zaida bertemu dengan kedua orangtua Salman. Yang Zaida tahu Azizah (adik
Salman) menmintanya untuk mengajak kedua orangtua Salman melihat keindahan
negeri kincir angin tersebut. Tiba- tiba jantung Zaida berdetak tak beraturan
ketika mengetahui niat sebenarnya orangtua Salman datang ke Belanda. Ya, Zaida
dilamar. Menikahlah keduanya meskipun sempat ada kesalah pahaman antara Putri
dan Zaida. Zaida bisa mengembalikan keadaan dimana ia bersahabat dekat dengan
Putri. Air mata yang berlinang menjadi-jadi kini berubah jadi air mata
kebahagiaan. Zaida menemukan cintanya.
Cobaan-demi cobaan Zaida
rasakan setelah menikah. Dari direktur utama tempat Salman bekerja yang
menyukai suaminya hingga Salman keluar dan menjadi pengangguran. Sampai Zaida
bertemu Ilham ketika ia dan anaknya mencari suaminya yang sedang dinas di
Istanbul. Sebenarnya getaran cinta keduanya masih mereka rasakan. Namun,
keduanya menolak dan memilih menguburnya dalam-dalam. Sudah pasti alasannya
karena mereka sama-sama sudah memiliki pendamping.
Ilham dan istri
(Hamidah) memang belum dikarunia anak. Oleh karena itu, suami Zaida yang juga
dokterlah yang diminta bantuan untuk menyarankan Hamidah agar mau berobat.
Inilah sebab akhirnya mereka semua bertemu.
Cerita cinta dimasa lalu
tidak membuatnya bersatu. Mereka berhasil menemukan cinta masing-masing. Mereka
memang tidak menyatu dalam ikatan rumah tangga. Tetapi, mereka bersatu sebagai
keluarga yakni antara kakak dan adik ipar. Hal ini dikarenakan Ilham menikah
dengan adik bungsu Zaida (Nadia) setelah Hamidah pergi untuk selama-lamanya
setelah melahirkan anak pertama mereka.
Itulah Zaida si wanita
tegar cerdas juga salehah. Meskipun cobaan bertubi-tubi menghadangnya
keikhlasan, ketegaran, kesabaran, dan semangatnya tidak pernah padam. Ia tahu
bahwa semua akan indah pada waktuNya.
Oleh karena itu, kita
sebagai manusia harus bisa mencontoh sikap Zaida kala mendapati cobaan.Kuncinya
adalah doa, ikhtiar, sabar, dan ikhlas. Tidak ada yang tahu baik rezeki, jodoh,
hidup bahkan mati adalah kuasaNya. Sudah ada yang mengatur. Ini adalah rahasia
kehidupan dan percayalah semua akan indah pada waktuNya.
Komentar
Posting Komentar